Desember 28, 2007

KPU Sulsel Mengajukan PK

Liputan6 Aktual Tajam Terpercaya
img


28/12/2007 13:18 Pilkada


Liputan6.com, Jakarta: Komisi Pemihan Umum bersama KPU Daerah Sulawesi Selatan membahas sengketa pemilihan Gubernur Sulsel pada Jumat (28/12). KPUD Sulsel berniat mengajukan peninjauan kembali setelah menerima salinan putusan Mahkamah Agung.

Dalam pertemuan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB itu, KPUD Sulsel membawa serta anggota KPU di empat kabupaten yang berdasarkan keputusan MA harus diulang. KPUD Sulsel berharap KPU Pusat mendapat keterangan pertama soal sengketa pilkada yang dimenangkan Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang.

Aksi penolakan keputusan MA untuk melaksanakan pilkada ulang ditolak ratusan warga di Tana Toraja, Sulsel. Massa yang beraksi di depan Kantor Pengadilan Makale membakar keranda mayat sebagai simbol matinya demokrasi di Sulsel.

Setelah melalui proses alot, akhirnya DPRD Sulsel mengirimkan nama pasangan terpilih yang memenangkan pilkada ke Menteri Dalam Negeri sesuai surat KPUD Sulsel. Surat ini mendapat penolakan dari Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera yang menilai tahapan pilkada belum layak dilanjutkan karena masih bersengketa [baca: KPU Sulsel Serahkan SK Pilkada].(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

imgBerita Sejenis

imgBerita Terhangat

Desember 28, 2007

KPU Sulsel Mengajukan PK

8/12/2007 13:18 Pilkada
KPU Sulsel Mengajukan PK

Liputan6.com, Jakarta: Komisi Pemihan Umum bersama KPU Daerah Sulawesi Selatan membahas sengketa pemilihan Gubernur Sulsel pada Jumat (28/12). KPUD Sulsel berniat mengajukan peninjauan kembali setelah menerima salinan putusan Mahkamah Agung.

Dalam pertemuan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB itu, KPUD Sulsel membawa serta anggota KPU di empat kabupaten yang berdasarkan keputusan MA harus diulang. KPUD Sulsel berharap KPU Pusat mendapat keterangan pertama soal sengketa pilkada yang dimenangkan Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang.

Aksi penolakan keputusan MA untuk melaksanakan pilkada ulang ditolak ratusan warga di Tana Toraja, Sulsel. Massa yang beraksi di depan Kantor Pengadilan Makale membakar keranda mayat sebagai simbol matinya demokrasi di Sulsel.

Setelah melalui proses alot, akhirnya DPRD Sulsel mengirimkan nama pasangan terpilih yang memenangkan pilkada ke Menteri Dalam Negeri sesuai surat KPUD Sulsel. Surat ini mendapat penolakan dari Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera yang menilai tahapan pilkada belum layak dilanjutkan karena masih bersengketa


[baca: KPU Sulsel Serahkan SK Pilkada]
.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

http://www.liputan6.com/daerah/?id=152739

Desember 28, 2007

Rakyat Sulawesi Selatan menginginkan perubahan

Pilkada Sulsel yang digelar pada 5 November 2007 lalu, secara keseluruhan bisa dikatakan berjalan lancar dan aman. Ini adalah bentuk partisipasi rakyat Sulawesi Selatan dalam mewujudkan demokrasi, ketika mereka diperhadapkan pada pemilihan langsung kepala daerah tingkat I propinsi Sulawesi Selatan.

Hasil perhitungan final KPU sebagai lembaga independen yang melakukan proses pemilihan umum mengumumkan pilihan rakyat Sulawesi Selatan lebih banyak menyuarakan keinginan mereka kepada pasangan Sayang (Syahrul Yasin Limpo – Agus Arifin Nu’mang) dibanding kandidat lainnya yaitu: pasangan Asmara (Amin Syam – Mansyur Ramli) dan pasangan Azis Kahar.

Namun sangat disesalkan ternyata hasil yang diumumkan KPU SulSel mendapat penolakan dari salah satu kandidat yang dikalah tipis. Tim Asmara menganggap bahwa kekalahannya disebabkan oleh adanya kecurangan di beberapa TPS, sedangkan kita ketahui bahwa pada tiap TPS terdapat saksi dari Tim Asmara yang mengikuti proses penghitungan suara yang menerima hasil perhitungan di TPS mereka ditugaskan.

Kemenangan pasangan Sayang adalah keinginan Rakyat Sulawesi Selatan untuk melihat perubahan kepemimpinan, juga merupakan tolak ukur bahwa figur muda Sayang memang dibutuhkan saat ini sebagai change maker di Sulawesi Selatan. Bukan karena figur Asmara yang mulai usang, tapi begitulah kenyataan di Sulawesi Selatan.

Teringat akan proses Reformasi di negeri ini, ketika rakyat indonesia menginkan sebuah perubahan. Ketika Presiden Suharto dengan bijaksana dan secara satria mengundurkan diri sebagai orang nomor satu di Indonesia. Maka perubahan itupun terjadi walaupun banyak hal yang harus dikorbankan.

Desember 28, 2007

Zohra Pimpin Aliansi Perempuan Demo di DPRD

Jumat, 28-12-2007 | 10:34:04
Zohra Pimpin Aliansi Perempuan Demo di DPRD
Laporan: Mansur AM. surtribuntimur@yahoo.com
Makassar, Tribun – Aktivis perempuan Sulsel, Zohra A Baso, memimpin demo Aliansi Perempuan Sulsel di DPRD Sulsel. Demo masih terkait penolakan terhadap keputusan Mahkamah Agung (MA) yang meminta KPU Sulsel menggelar pilkada ulang di empat daerah, Gowa, Tator, Bone, dan Bantaeng.
Dalam aksinya, demonstran akan memberikan bunga kepada legislator Sulsel karena telah mengirim SK KPU yang memenangkan paket Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang ke Mendagri.

SK ini diantar langsung Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ashabul Kahfi, kemarin. Belum ada konfirmasi resmi dari Ketua DPW PAN Sulsel tersebut kabar terakhir SK tersebut.

Selain orasi, massa yang rata-rata mengenakan baju dan celana warna putih juga menyanyikan yel-yel dukungan kepada KPU agar konsisten tidak menggelar pilkada ulang. (*)

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan Tribun
Timur edisi cetak: 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (wid)

Desember 27, 2007

Desember 27, 2007

Syahrul Siap Dilantik 19 Januari

Rabu, 26-12-2007

GUBERNUR Sulsel terpilih versi KPU Syahrul Yasin Limpo siap jika Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI memutuskan untuk melantiknya pada tanggal 19 Januari mendatang. Hanya saja, dia mengaku tetap menunggu proses hukum yang sedang berjalan.
“Saya akan tunggu dulu perkembangan terakhirnya baik di tingkat KPU maupun di tingkat mendagri nanti. Tapi kalau sudah waktunya (dilantik) saya siap,” kata Syahrul kepada Tribun, Selasa (25/12).
Mantan Bupati Gowa dua periode ini berjanji tetap akan berjalan di atas rel hukum yang berlaku. “Cara jekkong (curang) sekarang tidak bisa lagi ditolerir,” ujar Syahrul
Syahrul mendukung keputusan KPU yang menyerahkan SK kemenangannya ke DPRD untuk diteruskan ke Mendagri. Alasannya, tidak ada alasan KPU untuk tidak melanjutkan tahapan pilkada.

“Gugatan Amin Syam untuk membatalkan SK KPU ditolak oleh MA. Jika ditolak, berati keputusan KPU tetap sah,” tandas Syahrul.
Ia menghimbau kepada seluruh pendukungnya agar tidak berbuat anarkis saat melakukan aksi unjuk rasa. Ia juga berpesan agar pendukungnya tidak memancing keributan agar Sulsel tetap aman.
Sesuai jadwal yang telah disusun KPU, pelantikan Syahrul-Agus direncanakan akan digelar pada tanggal 19 Januari 2008 atau tepat lima tahun masa akhir jabatan pasangan Amin Syam-Syahrul Yasin Limpo.

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan Tribun
Timur edisi cetak: 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (rex)

Desember 27, 2007

PDIP Kecewa Putusan MA Soal Pilkada Sulsel

Nasional

27/12/07 15:11
PDIP Kecewa Putusan MA Soal Pilkada Sulsel

Jakarta (ANTARA News) – Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di DPR RI, Tjahjo Kumolo, menegaskan bahwa pihaknya masih kecewa dengan putusan Mahkamah Agung (MA) soal pemilihan kepala daerah (pilkada) ulang di Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Kami akan mengikuti terus proses hukum ini dan berharap Komisi Pemilihan Umum Daerah Sulawesi Selatan mengajukan PK (Peninjauan Kembali) sebagai upaya hukum untuk pelurusan,” katanya di Jakarta, Kamis.

Sebelumnya, MA memutuskan KPUD Sulsel harus melakukan pilkada ulang di empat kabupaten di Sulsel.

Padahal, KPUD Sulawesi Selatan dalam rapat pleno 16 November 2007 menetapkan pasangan Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu`mang memperoleh suara tertinggi, yakni 1.432.572. Sedangkan pasangan Amin Syam dan Mansyur Ramly di tempat kedua dengan 1.404.910 suara.

Namun, pasangan Amin-Ramly menggugat KPUD Sulsel atas penetapan hasil pilkada yang berlangsung pada 5 November 2007. Pasangan Amin-Ramly mengklaim ada penggelembungan suara yang mereka temukan di tiga kabupaten.

Saat ini terjadi pro kontra terhadap keputusan MA tersebut karena ada yang membenarkannya dan ada pula yang tidak sependapat.

“Kasus putusan MA soal Pilada Sulsel ini, tetap masih menjadi tanda tanya pihak kami. Apakah keputusan MA itu adil? dan sudah pada tempatnya? Semoga saja keputusan tersebut memang murni dengan pembuktian yang ada dan atas keyakinan dan bertanggungjawab kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Tjahjo Kumolo.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, yang pernah menjadi Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), itu mengemukakan bahwa keputusan MA tersebut merupakan sebuah preseden buruk.

“Ini preseden kurang bagus dan bisa membuat seluruh hasil pilkada diprotes oleh pihak yang kalah, yang tidak mau menerima begitu saja kekalahannya, lalu menempuh proses hukum,” ujarnya.

Tjahjo Kumolo juga berpendapat, jika hal semacam ini terus terjadi dan berlangsung berlarut-larut, maka pasti bakal mengganggu proses pemerintahan di daerah.

“Lebih dari itu, dengan adanya kejadian ini, maka dapat dipertanyakan lagi bagaimana sebenarnya kewenangan KPUD itu? Apakah setiap keputusan KPUD pasti bisa dianulir? Yang jelas PDI Perjuangan kecewa dengan ini,” ujarnya.

Oleh sebab itu, kata Tjahjo Kumolo, PDIP akan terus mengikuti proses hukum yang tengah berlangsung.

“Dan, kami berharap, KPUD tidak gentar menghadapi situasi semacam ini. Khusus bagi KPUD Sulsel, langkah PK perlu dilakukan, sebagai upaya hukum pelurusan. Jangan sampai KPUD Sulsel dipotong hak keputusannya untuk tetap memroses secara hukum terhadap keputusan tersebut,” katanya.

Tjahjo Kumolo juga berharap, agar pemegang kekuasaan yang merasa dikalahkan tidak ikut bermain merusak tatanan demokrasi.

“Semoga saja pihak yang kebetulan berkuasa dan yang merasa dikalahkan itu tidak ikut memainkan peranan dalam merusak tatanan demokrasi yang sudah mulai baik sekarang ini,” demikian Tjahjo Kumolo. (*)

Copyright © 2007 ANTARA
Send Print View blog reactions
AddThis Social Bookmark Button AddThis Feed Button

Baca Juga

Syahrul-Agus Akan Tetap Diajukan Jadi Gubernur Sulsel ke Depdagri

Pasangan Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu`mang (Sayang) kemungkinan akan tetap diajukan ke Departemen Dalam Negeri (Depdagri) untuk ditetapkan sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) periode 2008-2013.

Putusan MA Terhadap Pilkada Sulsel Dinilai Tepat

Putusan Mahkamah Agung (MA) yang memerintahkan pengulangan pemilihan kepala daerah (pilkada) di empat daerah pemilihan di Sulawesi Selatan (Sulsel) dinilai sudah tepat dan sesuai kewenangan MA, demikian amatan Seven Strategic Studies, Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) dan Observer Indonesia.

Ketua MK: Selesaikan Sengketa Pilkada Sulsel Melalui Upaya Hukum

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, meminta sengketa hasil Pemilihan Kepala Daerah Sulawesi Selatan (Pilkada Sulsel) tetap diselesaikan melalui upaya hukum yang masih tersedia.

Sebelumnya

Tommy Soeharto Gugat Balik Bulog

Pengacara Hutomo Mandala Putra (Tommy Suharto) pada Kamis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menyatakan, Badan Urusan Logistik (Bulog) telah merekayasa penggugat II, yakni Tommy Suharto, sehingga menuntut pembayaran ganti rugi sebesar Rp10,2 triliun.

WALHI NTB: Tingkat Kerusakan Hutan NTB Memprihatinkan

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nusa Tenggara Barat (NTB), Junaidi, mengingatkan kepada masyaarakat di daerahnya untuk lebih mewaspadai ancaman bencana alam banjir dan longsor, sebagai akibat dari kerusakan kawasan hutan yang kian memprihatinkan.

Ombak Tinggi, Nelayan Pangkalpinang Takut Melaut

Para nelayan di Kota Pangkalpinang saat ini masih takut melaut, karena gelombang tinggi dan hujan lebat disertai badai, sehingga mereka terpaksa mencari kerja sampingan, seperti menjadi pemulung dan kuli bangunan.

Copyright © 2007 LKBN ANTARA

Ketentuan Penggunaan

Desember 27, 2007

Ancaman Massa Sayang: Jika Tidak Dilantik 19 Januari, Makassar Kacau

TRIBUN TIMUR MAKASSAR RSS
Kamis, 27-12-2007 | 13:43:03
Ancaman Sayang: Jika Tidak Dilantik 19 Januari, Makassar Kacau
Laporan: Muhammad Irham. la_toge_langi@yahoo.com
Makassar, Tribun – Kalau tidak ada pelantikan tanggal 19 Januari, Makassar akan kacau. Karena itu MA harus meninjau ulang keputusannya.
Demikian salah satu poin yang dituntut para pengunjuk rasa di depan DPRD Sulsel saat ini. Sekitar 500-an PNS dari Pemerintah Provinsi Sulsel ikut ambil bagian melakukan aksi unjuk rasa menentang keputusan MA.

Sambil berorasi di atas atap pos Satpol PP DPRD Sulsel, para pengunjuk rasa terus berorasi menyemangati massa yang diguyur hujan.

Sementara itu, aparat kepolisian masih terus berjaga-jaga di sekitar DPRD mengantisipasi terjadinya keributan. (*)

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan Tribun
Timur edisi cetak: 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (wid)

 
 
 

Desember 27, 2007

Pendukung Sayang Sebut Legislator PKS Pengecut

TRIBUN TIMUR MAKASSAR RSS
Kamis, 27-12-2007 | 14:43:31
Pendukung Sayang Sebut Legislator PKS Pengecut
Laporan: Muhammad irham. La_toge_langi@yahoo.com
Makassar , Tribun – Pintu ruangan Wakil Ketua DPRD Sulsel Surya Dharma ditempeli kertas bernada cemoohan oleh simpatisan Sayang. Salah satu isinya meminta agar Surya mundur dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD Sulsel.
Kertas tersebut ditempel di sisi pintu ruangan legislator PKS tersebut setelah mengetahui Surya tidak berada di tempat. Ini merupakan salah satu wujud kekesalan mereka.

Massa mendatangi ruangan Surya dengan pengawalan aparat kepolisian dan sejumlah Polisi Pamongpraja DPRD Sulsel.

Alasan mereka mendatangi Surya karena ia tidak menyepakati pengiriman SK KPU Sulsel ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang mengesahkan pasangan Syahrul-Agus sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel terpilih.

Sementara itu, di tempat terpisah, Ketua DPRD Sulsel yang juga kandidat Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, mengatakan, DPRD tidak berhak menahan SK tersebut untuk dikirimkan ke Mendagri karena hal itu sudah sesuai aturan yang berlaku.

Hari ini, sekitar 1.000-an simpatisan Sayang masih melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sulsel. Mereka di antaranya berasal dari PNS se-Pemprov Sulsel.

Mereka menuntut agar Amin Syam tidak lagi menjadi gubernur dan meminta MA membatalkan putusannya. (*)

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan Tribun
Timur edisi cetak: 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555). (lim)

 
 
 

Desember 27, 2007

Puluhan Massa asal Bone Selatan Tolak Putusan MA

TRIBUN TIMUR MAKASSAR RSS
Kamis, 27-12-2007 | 12:34:05
Puluhan Massa asal Bone Selatan Tolak Putusan MA
Laporan: Ismail Solle. tribuntimurcom@yahoo.com
Watampone, Tribun – Puluhan massa dari sejumlah kecamatan di Bone bagian selatan menyatakan penolakannya terhadap keputusan Mahkamah Agung (MA) saat berdemonstrasi di kantor KPU Bone hari ini.
Massa dengan tegas menyatakan bahwa keputusan MA yang memenangkan gugatan pasangan Cagub-cawagub Amin-Mansyur (Asmara) tidak masuk akal. Keputusan ini juga dinilai akan mengakibatkan terjadinya potensi konflik di masyarakat.

Massa yang dipimpin Andi Arham asal Kecamatan Kahu tiba dengan mengendarai sejumlah mobil. Beberapa kelompok tani dan nelayan ikut bergabung dalam rombongan massa tersebut.

Mereka juga dengan tegas menolak jika dilakukan pilkada ulang di Kabupaten Bone. Sebelumnya, MA juga memutuskan pilkada ulang di tiga daerah lain, seperti Kabupaten Tana Toraja, Bantaeng, dan Gowa.

“Sangat rancu keputusan itu, karena Asmara hanya menuntut pilkada ulang di tiga kabupaten, tapi kenapa yang diputuskan empat kabupaten. Kami punya bukti lain bahwa di Bone ini siapa sebenarnya yang curang. Masa di Kecamatan Libureng jumlah pemilih hanya 18 ribu, tapi kok suara Asmara lebih tinggi dengan 31 ribu suara,” kata Arham.

Untuk itu, mereka mendukung upaya KPU untuk menolak keputusan MA. Usai ke KPU, saat ini massa yang sebagian mengenakan atribut bergambag Syahrul Yasin Limpo sedang mendatangi kantor Panwas Pilgub Bone, di Jl Yos Sudarso Watampone.(*)

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan Tribun
Timur edisi cetak: 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (wid)