Rakyat Sulawesi Selatan menginginkan perubahan
Pilkada Sulsel yang digelar pada 5 November 2007 lalu, secara keseluruhan bisa dikatakan berjalan lancar dan aman. Ini adalah bentuk partisipasi rakyat Sulawesi Selatan dalam mewujudkan demokrasi, ketika mereka diperhadapkan pada pemilihan langsung kepala daerah tingkat I propinsi Sulawesi Selatan.
Hasil perhitungan final KPU sebagai lembaga independen yang melakukan proses pemilihan umum mengumumkan pilihan rakyat Sulawesi Selatan lebih banyak menyuarakan keinginan mereka kepada pasangan Sayang (Syahrul Yasin Limpo – Agus Arifin Nu’mang) dibanding kandidat lainnya yaitu: pasangan Asmara (Amin Syam – Mansyur Ramli) dan pasangan Azis Kahar.
Namun sangat disesalkan ternyata hasil yang diumumkan KPU SulSel mendapat penolakan dari salah satu kandidat yang dikalah tipis. Tim Asmara menganggap bahwa kekalahannya disebabkan oleh adanya kecurangan di beberapa TPS, sedangkan kita ketahui bahwa pada tiap TPS terdapat saksi dari Tim Asmara yang mengikuti proses penghitungan suara yang menerima hasil perhitungan di TPS mereka ditugaskan.
Kemenangan pasangan Sayang adalah keinginan Rakyat Sulawesi Selatan untuk melihat perubahan kepemimpinan, juga merupakan tolak ukur bahwa figur muda Sayang memang dibutuhkan saat ini sebagai change maker di Sulawesi Selatan. Bukan karena figur Asmara yang mulai usang, tapi begitulah kenyataan di Sulawesi Selatan.
Teringat akan proses Reformasi di negeri ini, ketika rakyat indonesia menginkan sebuah perubahan. Ketika Presiden Suharto dengan bijaksana dan secara satria mengundurkan diri sebagai orang nomor satu di Indonesia. Maka perubahan itupun terjadi walaupun banyak hal yang harus dikorbankan.
- Posted in: Pilkada ♦ Pilkada Sulsel ♦ Sulawesi Selatan